ADRO-ADMR Anjlok 40%, Harta Boy Thohir Menguap Rp 3,2 T

Pengusaha Boy Thohir saat memberi tanggapan kepada tim CNBC Indonesia di Kantor Adaro, Jakarta, Selasa (24/4) Boy Thohir merupakan putra dari salah satu pemilik Astra International Teddy Tohir. Dia juga seorang pengusaha yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia bisnis. Dia menyelesaikan pendidikan MBA-nya di Northrop University Amerika Serikat. Boy Thohir dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses membawa Adaro Energy sebagai perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

 Kinerja saham dua emiten batu bara milik Garibaldi ‘Boy’ Thohir jeblok selama 2023. Hal tersebut membuat harta kekayaan Boy Thohir di kedua emiten tersebut menguap tahun ini.

Berdasarkan data Bursa Efek https://rtphuat138slot.online/ Indonesia (BEI), harga saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan anak usahanya PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) anjlok lebih dari 40% secara year to date (YtD).

Hingga penutupan perdagangan Rabu (24/5/2023), saham ADRO diperdagangkan di angka Rp2.250/saham, ambles 41,56% sejak awal tahun.

Sedangkan, saham ADMR berada di level Rp805/saham atau sudah merosot tajam hingga 52,51% YtD.

Boy Thohir tercatat menggenggam secara langsung sebanyak 1,97 miliar saham atau 6,18% saham ADRO. Pada awal 2023, saat harga saham ADRO di Rp3.850/saham nilai kepemilikannya di ADRO setara dengan Rp7,61 triliun.

Namun, dengan jumlah kepemilikan yang sama dan harga saat ini, kekayaan Boy Thohir via kepemilikan langsung di ADRO menyusut sebesar Rp3,18 triliun menjadi Rp4,43 triliun.

Ini tentu belum memperhitungkan kepemilkan tak langsung Boy Thohir di ADRO via kepemilikannya di PT Trinugraha Thohir. Boy diketahui menggenggam 23,33% saham PT Trinugraha Thohir.

PT Trinugraha Thohir sendiri memiliki 25% saham PT Adaro Strategi Capital. Sedangkan, PT Adaro Strategic Capital menguasai 74,93% (bersama PT Adaro Strategic Lestari sebesar 25,07%) menjadi pemegang saham PT Adaro Strategic Investments.

Nah, PT Adaro Strategic Investments adalah pemegang saham utama ADRO sebesar Rp43,91%.

Adaro memang memiliki struktur kepemilikan yang terbilang padat.

Ini lantaran selain keluarga Thohir, ada duo Sandiaga Uno-Edwin Soeryadjaya via PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), keluarga Subianto, hingga keluarga TP Rachmat yang juga menjadi pemegang saham utama Adaro.

Perhitungan kasar di atas juga belum memperhitungkan kepemilikan langsung Boy Thohir di emiten tambang emas dan nikel PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan anak usaha MDKA, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Per akhir April 2023, Boy menguasai 1,77 miliar atau setara dengan 7,34% saham MDKA. Sementara di MBMA, yang baru melantai 18 April 2023, Boy Thohir menggenggam kepemilikan langsung sebanyak 11,97 miliar saham atau setara dengan 11,08%.

Selain itu, Boy juga tercatat sebagai pemegang saham secara langsung di atas 5% di emiten lainnya, macam emiten sekuritas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebanyak 34,64%, PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) 12,50%.

Tidak hanya yang secara langsung, Boy pun memiliki kepemilikan saham tak langsung di emiten macam PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) hingga PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Menjabat sebagai Komisaris Utama GOTO, Boy Thohir juga memiliki 1,05 miliar (0,090%) saham emiten e-commerce dan jasa ride-hailing tersebut.

Sebagai gambaran, mengutip majalah Forbes, Boy Thohir dan keluarga masuk ke dalam daftar 50 besar orang terkaya Indonesia, tepatnya di peringkat 15, dengan kekayaan US$3,45 miliar atau setara dengan Rp51,06 triliun (kurs saat ini Rp14.800/US$).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*