Bahlil Yakin Ada Skenario di Balik Gelombang Kritik Kampus ke Jokowi

Bahlil Lahadalia yakin para civitas academica digerakkan kelompok tertentu untuk mengkritik Presiden Jokowi.

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia¬†yakin ada pihak yang mendalangi gerakan dan petisi para civitas academica di berbagai perguruan tinggi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bahlil yang mengklaim sebagai aktivis ’98 mengaku sudah paham dengan gerakan yang organik atau bukan. Menurutnya, gerakan yang seharusnya dimulai dari mahasiswa tak berhasil, sehingga menyasar guru besar dan akademisi.

“Ini skenario ini sudah paham sebagai mantan aktivis. Ya, sudahlah mana ada politik tidak ada yang ngatur-ngatur. Kita tahu lah, ini penciuman saya sebagai mantan ketua BEM, ngerti betul barang ini,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/2).

Bahlil mengaku sebetulnya tak masalah dengan gerakan para civitas academica itu. Menurutnya, Jokowi pun menganggap kritik itu sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

Namun, politisi Golkar itu meminta agar tiap kritik disertai dengan fakta dan bukti. Bahlil juga mengingatkan muruah perguruan tinggi tetap harus dijaga.

“Coba lihat di beberapa foto. Katanya civitas academica independen, kok ada yang mengangkat jari dengan nomor tertentu? Kok ada salah satu ketua partai di situ? Yang bener aja, bos,” ujarnya.

Kritik civitas academica dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia terkait penyelenggaraan negara dan Pemilu 2024 terus berlanjut. Gerakan ini bermula dari petisi yang disampaikan guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) pada akhir Januari lalu.

Mereka secara umum mengingatkan agar Jokowi bertindak sesuai koridor demokrasi dalam menghadapi Pemilu 2024.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menganggap wajar jika menjelang pemilu muncul pertarungan dan penggiringan opini di tengah-tengah masyarakat.

(khr/tsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*