Hindari! 3 Pemikiran Toxic Ini Bisa Bikin Kamu Miskin Beneran

Ramit Sethi

Ramit Sethi, penulis buku “I Will Teach You To Be Rich,” yang kini menjadi viral di Netflix mengungkap tiga pemikiran berbahaya soal uang yang bisa berbahaya terhadap keuangan pribadi Anda di masa depan.

Dilansir dari CNBC Make It, Sethi juga mengatakan bahwa hanya lewat perubahan kecil di mindset Anda soal keuangan, Anda bisa mengubah hidup Anda menjadi lebih baik.

Penasaran dengan tiga pemikiran berbahaya yang dimaksud oleh Ramit Sethi? Berikut ulasannya.

“Uang” bukan topik yang layak untuk diperbincangkan

Sethi mengatakan bahwa masalah keuangan memang menjadi pembahasan yang kerap dihindari oleh masyarakat di Amerika Serikat. Sebenarnya, topik ini jelas harus dibicarakan dengan nyaman bila Anda ingin sukses.

“Bagaimana bisa Anda bisa maju (dalam hal keuangan), bila Anda sendiri ogah membicarakan uang baik dengan diri sendiri atau dengan pasangan Anda? Keuangan adalah topik pembicaraan reguler di rumah tangga yang sukses secara finansial,” ujar Sethi, dikutip dari CNBC Make It (2/5).

Intinya, Anda tidak akan pernah bisa mengambil keputusan yang baik terkait keuangan Anda jika Anda sendiri tidak memberi kejelasan seputar berapa uang yang Anda hasilkan, belanjakan, dan alokasikan untuk masa depan.

Membahas hal-hal yang berkaitan dengan kebiasaan membelanjakan uang, adalah bagian dari membangun hubungan yang sehat dengan uang.

Jangan pernah mempertanyakan asal-usul mindset kita seputar uang

Financial upbringing bisa dikatakan sebagai asal-usul pemahaman keuangan yang kita miliki. Kita semua memiliki financial upbringing yang berbeda-beda karena hal itu dipengaruhi oleh bagaimana orangtua kita mengenalkan diri kita dengan uang.

“Di podcast saya, saya akan bertanya pada para pasangan seputar ‘apa yang Anda ingat tentang ucapan keluarga Anda terkait uang di saat Anda tumbuh dewasa nanti?’ Satu jawaban yang umum saya dapatkan adalah, ‘kita tidak mampu.’ Pikirkan apa yang terjadi jika keluarga Anda mengatakan hal ini 10 kali, atau bahkan 1.000 atau puluhan ribu kali,” imbuhnya.

Sethi menegaskan bahwa, setiap orang di dunia ini memiliki “naskah” untuk menyikapi hal seputar keuangan. Hal ini bisa saja berpengaruh pada kebiasaan dalam mengatur keuangan saat beranjak dewasa.

Bisa saja, seseorang merasa bersalah karena membeli kopi kekinian, meski dirinya sudah merencanakan masa depan dengan memiliki tabungan dana pensiun.

Buang “naskah” keuangan yang ada sudah ada di pikiran Anda sejak Anda kecil. Anda harus menentukan naskah keuangan seperti apa yang ingin Anda ikuti atau Anda buat untuk babak baru hidup Anda.

Investasi hanya untuk orang kaya

“Kalau pendapatan Anda masih pas-pasan, silahkan untuk berinvestasi di manapun yang Anda mau bahkan dengan modal US$ 20 per bulan. Seperti itulah awal mula proses investasi,” ujar Sethi.

Sethi juga menambahkan bahwa proses akumulasi kekayaan itu lama, cukup membosankan, dan penuh dengan metodologi. Jika Anda berpikir bahwa Anda pernah mengalami hal ini, sebut saja ketika Anda melihat hasil kerja keras Anda dan lainnya, maka seperti itulah proses dari akumulasi kekayaan.

Anda mungkin saja menghindari investasi karena berpikir bahwa kegiatan ini lebih ditujukan untuk orang kaya. Ketahuilah bahwa seseorang bisa menjadi kaya karena investasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*