Jokowi Habiskan Rp 489 Triliun untuk Pendanaan Jalan

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan kondisi ruas jalan Gunting Saga di Kabupaten Labuhanbatu Utara pada Rabu, 17 Mei 2023. Saat berada di Desa Sialang Taji, Presiden berhenti dan turun dari mobil untuk melihat langsung kerusakan jalan pada ruas tersebut dan kemudian memberikan keterangan pers pada awak media. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Anggaran infrastruktur di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) naik tiga kali lipat. Anggaran salah satunya terserap untuk pembangunan jalan.

Merujuk data Kementerian Keuangan, anggaran infrastruktur melonjak 120% pada era Presiden Jokowi, dari Rp 177,9 triliun pada 2014 menjadi Rp 391,7 triliun pada 2023.

Sepanjang masa periode penuh pemerintahannya (2014-2022), Jokowi sudah menghabiskan anggaran infrastruktur sebanyak Rp 2.778,2 triliun.

Jumlah tersebut melonjak tiga kali lipat lebih dibandingkan era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono https://dwslot88apk.com/ (SBY) pada 2005-2013 yakni Rp 824,8 trilun.

Salah satu porsi terbesar dari anggaran infrastruktur adalah untuk pembangunan jalan yang dialokasikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Merujuk data Rencana Strategis (Renstra) KemenPUPR,  pendanaan penyelenggaraan jalan pada masa okowi menjabat secara penuh (2015-2023) mencapai Rp 489,31 triliun.

Pendanaan tersebut di antaranya adalah untuk preservasi jalan, jembatan, peningkatan kapasitas jalan, dan pembangunan jalan tol.

Pada lima tahun pertama Jokowi menjabat secara penuh (2015-2019), pendanaan penyelenggaraan jalan menembus Rp 278 triliun.

Pendanaan tersebut naik 65,34% dibandingkan pada lima tahun terakhir era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (2010-2014) yakni sekitar Rp 168,24 triliun.

Kendati angkanya lebih besar, realisasi pembangunan jalan era Jokowi lebih pendek. Pembangunan jalan tol di era Jokowi memang lebih panjang dibandingkan SBY.

Jokowi membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 kilometer sejak menjabat pada tahun 2014.

SBY membangun jalan tol sepanjang 189,2 kilometer pada 2014- 2019. Namun, pembangunan jalan nasional di era Jokowi lebih pendek dibandingkan SBY.

Namun, jalan nasional yang dibangun Jokowi lebih pendek dari pemerintahan SBY/

Dihimpun dari data Badan Pusat Statistik (BPS), total panjang jalan pada era pemerintah Jokowi sejak 2014 – 2020, hanya mengalami penambahan sepanjang 30.613 kilometer (km) dari 517.713 km pada 2014 menjadi 548.366 km pada 2020.

Jalan provinsi bertambah 1.317 km menjadi 54.845 km pada 2020 dari total panjang jalan 53.528 km pada 2014, dan penambahan jalan kabupaten/kota dari 417.793 km menjadi 446.497 atau bertambah 28.794 km.

Sedangkan pada masa pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2004-2014, total panjang jalan bertambah 144.825 km atau 38,83% dari total panjang nasional 372.928 km pada 2004, menjadi 517.753 km pada 2014.

Selama satu dekade, jalan negara tercatat bertambah 11.804 km, dari 34.628 km pada 2004 menjadi 46.432 km.

Kemudian, total panjang jalan provinsi bertambah 13.403 km menjadi 53.528 km dari sebelumnya 40.125 km pada 2004, sedangkan jalan kabupaten/kota bertambah sepanjang 119.618 km menjadi 417.793 km dari 298.175 pada 2004.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*