Nasib Pedagang HP Merana di 2023, Kapan Pulih?

Penjualan HP dilaporkan sedang lesu, salah satu pasar HP yakni Mall Ambasador suasana mal terlihat sepi. (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

Sepanjang 2022 hingga awal 2023 ini, industri smartphone belum menuju ke arah positif. Menurut Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, tren tersebut masih akan berlangsung hingga akhir tahun.

Vanessa mengatakan kondisi pasar sepanjang 2023 akan cenderung datar, bahkan menurun jika dibandingkan 2022 lalu.

“Baru akan bertumbuh lagi di tahun-tahun berikutnya,” kata dia kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (8/5/2023).

Laporan IDC menunjukkan penurunan 14,3% pada pasar smartphone Indonesia sepanjang 2022. Ini terjadi pertama kalinya setelah 13 tahun selalu bertumbuh.

Jumlah HP yang dikapalkan hanya 35 juta unit atau turun dari 40,9 juta unit di tahun sebelumnya.

Daya beli masyarakat yang menurun disebabkan oleh inflasi yang berdampak pada masyarakat menengah ke bawah. Faktor lainnya adalah pandemi yang telah usai dan mobilitas kembali normal, sehingga masyarakat mengalihkan pengeluarannya pada sektor lain seperti transportasi.

Sementara itu, Vanessa juga melihat adanya pergeseran tren. Pasar HP Rp 3 jutaan akan mengalami penurunan kontribusi. Masyarakat ingin memiliki HP dengan spesifikasi dan durabilitas yang tinggi.

Vendor smartphone juga punya keinginan untuk memperlebar portofolio produk di rentang harga lebih tinggi. Sebab, portofolio mereka sudah cukup kuat untuk pasar HP dengan harga murah.

“Bukan berarti smartphone di rentang harga lebih rendah akan ditinggalkan, mengingat mereka masih mendominasi pasar Indonesia,” ia menjelaskan.

Sebanyak 76% dari total sell-in smartphone pada Q4 2022 berasal dari HP Rp 3 jutaan. Kendati begitu, dilihat dari pertumbuhannya, HP dengan harga Rp 8 jutaan makin kontributif.

“Smartphone pada rentang harga lebih tinggi seperti di atas US$ 600 memiliki pertumbuhan yang lebih besar. Tetapi perlu diingat bahwa selain faktor yang disebutkan di atas, pertumbuhan juga terjadi karena smartphone dengan harga tinggi memiliki jumlah sell-in yang jauh lebih kecil dibandingkan smartphone dengan harga di bawahnya,” ia menuturkan.

Sebagai informasi, sell-in menunjukkan penjualan dari vendor ke distributor. Hal ini berbeda dengan sell-out yang merujuk pada penjualan dari distributor ke konsumen. Kendati demikian, angka sell-in bisa menjadi gambaran seberapa banyak minat suatu produk di pasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*