Sempat Menghijau, Kok Saham BUMN Karya Berakhir Amsyong?

Wika

Saham emiten konstruksi BUMN Karya dan anak usahanya terpantau berjatuhan pada akhir perdagangan Senin (8/5/2023), setelah sebelumnya di beberapa saham BUMN Karya sempat menghijau pada sesi I hari ini.

Dari sepuluh saham BUMN Karya, enam saham diantaranya terkoreksi, tiga cenderung stagnan, dan satu bahkan sudah terkena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak pagi hari ini.

Berikut pergerakan emiten konstruksi BUMN Karyadan anak usahanya pada akhir perdagangan hari ini.

Saham Kode Saham Harga Terakhir Perubahan
Wijaya Karya Beton WTON 150 -6,25%
Wijaya Karya Bangunan Gedung WEGE 121 -6,20%
PP (Persero) PTPP 550 -4,35%
Wijaya Karya (Persero) WIKA 520 -2,80%
Adhi Karya (Persero) ADHI 388 -1,02%
PP Presisi PPRE 111 -0,89%
PP Properti PPRO 50 0,00%
Adhi Commuter Properti ADCP 60 0,00%
Waskita Beton Precast WSBP 50 0,00%

Sumber: RTI

Hingga pukul 16:00 WIB, saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menjadi yang paling parah koreksinya hari ini, yakni ambruk 6,25% ke posisi Rp 150/saham.

Selain saham WTON, saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) juga ambrol 6,2% menjadi Rp 121/saham.

Bahkan, keduanya nyaris menyentuh auto reject bawah (ARB) di akhir perdagangan hari ini.

Padahal di sesi I, empat saham sebelumnya sempat menyentuh zona hijau, seperti saham PT PP Presisi Tbk (PPRE), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), WEGE, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Sementara untuk saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) terpantau terkena kembali suspensi oleh BEI sejak pagi hari ini.

Suspensi WSKT diberlakukan mulai pagi hari ini setelah pada Jumat pekan lalu perseroan mengaku tidak dapat melakukan penyetoran dana kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sehubungan dengan jatuh tempo pembayaran bunga obligasi ke-11 pada 6 Mei 2023.

Waskita juga dirumorkan akan dilebur ke emiten BUMN Karya lain dan tidak menjadi surviving entity di tengah isu merger yang mencuat akhir-akhir ini.

Seiring rumor yang beredar tersebut, kinerja Waskita Karya memang paling buruk dibandingkan emiten BUMN Karya lainnya, seperti ADHI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PTPP.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serius akan melakukan pembenahan pada perusaahaan pelat merah yang memiliki kinerja buruk, termasuk disektor karya.

Menteri BUMN, Erick Thohir memastikan perusahaan BUMN di sektor infrastruktur dan karya akan dilakukan konsolidasi.

Erick mengungkapkan, terkait proses konsolidasi tersebut akan dibagi menjadi dua segmen, yakni perusahaan BUMN karya dengan skala kecil diserahkan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan Danareksa untuk dilakukan merger.

“Konsolidasi karya dipastikan akan terjadi, yang mana belum jadi keputusan. Tapi framework sepertinya yang ada di PPA Danareksa karena yang kecil-kecil, di merger,” kata Erick di Kantornya, Rabu (3/5).

Sementara, untuk perusahaan dengan skala besar seperti Hutama Karya (HK), WSKT, PTPP, WIKA, hingga ADHI masih dalam proses pengkajian.

“Sistemnya kepemilikan seperti HK dan Waskita, seperti Bank Mandiri punya BSI padahal di bawahnya merger, tapi keputusan ini belum terjadi,” jelasnya.

Erick mengungkapkan, proses konsolidasi akan disesuaikan dengan cetak biru (blueprint) dua tahun lalu yang diterbitkan Boston Consulting Group (BCG). Laporan tersebut telah merekomendasikan cukup ada empat BUMN karya yang memiliki segmentasi berbeda sesuai dengan keahlian.

“Sebaiknya BUMN karya dari sembilan BUMN menjadi empat BUMN. Ada ekspertis di gedung dan lain-lain, jadi tidak semua atau palugada,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*